Al-Muwatta, Al-Muwaththa atau Muwatta Malik merupakan kitab hadis dan fiqih yang disusun oleh Imam Malik bin Anas, merupakan salah satu dari Kutubut Tis'ah (sembilan kitab hadis utama di kalangan Sunni). Imam Malik, Yaitu Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abu Amir Al-Ashbahi (93 H dan -179 H). Ia banyak tinggal di Madinah.
Bacaan Sholat Menurut Hadits Shahih. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallahu
Di dalam Islam dikenal banyak hadits yang menjelaskan soal anjuran untuk berlaku sabar dan keutamaan bersabar. Salah satunya seperti diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Anas bin
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda: من رزقه الله امرأة صالحة فقد أعانه على شطر دينه فليتق الله في الشطر الباقي. Artinya: "Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang salehah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya.
Beliau adalah Anas bin Malik bin Nadzor bin Dhomdom bin Zaid bin Harom bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin An Najjar, Abu Hamzah Al Ansori Al Khazraji. Dia termasuk kerabat Rasulullah SAW dari jalur istri. Ia juga muridnya, pengikutnya dan sahabat yang terakhir meninggal dunia. 2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau. 2.1 Perjalanan Menuntut
Hadits ke-1225: Keutamaan Ibnu Masud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: رضيت لأمتي ما رضي لها ابن أم عبد “ٍAku ridha untuk umatku apa yang ridha lkepadanya Ibnu Ummi Abd (Abdullah bin Masud).” Hadits ke-1227: Keutamaan Husain bin Ali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Semoga sajian berikut dapat memberikan jawaban bagi siapa saja yang masih mengganjal mengenai anjuran shalat tasbih tersebut. Hanya Allah yang beri taufik. Daftar Isi tutup. 1. Hadits yang Membicarakan Shalat Tasbih. 2. Perselisihan Ulama Mengenai Shalat Tasbih. 3. Penilaian Ulama Mengenai Status Hadits Shalat Tasbih.
Selain dari al-Qur’an (QS. Thahaa(20): 114,QS. Al-‘Alaq (96): 1, QS. Ar-Ra’d (13) : 19, dll) banyak juga hadits-hadist nabi yang menerangkan dalil-dalil keutamaan-keutamaan ilmu dan perintah-perintah terhadap manusia untuk mencari ilmu tersebut. adapun diantaranya adalah: 1. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a yang berbunyi:
Kakek Imam Malik berasal dari Yaman, kemudian hijrah dan menetap di Madinah. Imam Malik adalah sosok ulama yang demikian mencintai Madinah, dan seumur hidupnya hampir-hampir tak pernah meninggalkan kota Madinah. Ulama penulis kitab kodifikasi hadits sahih pertama, al-Muwatha ini berguru kepada lebih 900 ulama, dan 300 di antaranya adalah ulama
5 Abdullah bin Abbas (wafat 78 H) Putra dari paman Nabi, Al-Abbas bin Abdul Muthalib ini adalah seorang yang pernah didoakan Nabi "Allahumma 'allimhul hikmah" (Ya Allah, ajarkanlah kepadanya-yaitu Abdullah bin Abbas-hikmah). Hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas mencapai 1660 hadits, dan fatwa-fatwa darinya paling banyak
IP35F. Nama lengkapnya adalam Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi, dengan julukan Abu Abdillah. Ia lahir pada tahun 93 H, Ia menyusun kitab al Muwaththa, dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun, selama waktu itu, ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah. Kitab tersebut menghimpun hadits, dan yang meriwayatkan al Muwaththa’ lebih dari seribu orang, karena itu naskahnya berbeda beda dan seluruhnya berjumlah 30 naskah, tetapi yang terkenal hanya 20 buah. Dan yang paling masyur adalah riwayat dari Yahya bin Yahyah al Laitsi al Andalusi al Mashmudi. Sejumlah Ulama berpendapat bahwa sumber sumber hadits itu ada tujuh, yaitu Al Kutub as Sittah ditambah Al Muwaththa’. Ada pula ulama yang menetapkan Sunan ad Darimi sebagai gantiAl Muwaththa’. Ketika melukiskan kitab besar ini, Ibn Hazm berkata,” Al Muwaththa’ adalah kitab tentang fiqh dan hadits, aku belum mnegetahui bandingannya. Hadits hadits yang terdapat dalam al Muwaththa’ tidak semuanya Musnad, ada yang Mursal, mu’dlal dan munqathi. Sebagian Ulama menghitungnya berjumlah 600 hadits musnad, 222 hadits mursal, 613 hadits mauquf, 285 perkataan tabi’in, disamping itu ada 61 hadits tanpa penyandara, hanya dikatakan telah sampai kepadaku” dan “ dari orang kepercayaan”, tetapi hadits hadits tersebut bersanad dari jalur jalur lain yang bukan jalur dari Imam Malik sendiri, karena itu Ibn Abdil Bar an Namiri menentang penyusunan kitab yang berusaha memuttashilkan hadits hadits mursal , munqathi’ dan mu’dhal yang terdapat dalam al Muwaththa’ Malik. Imam Malik menerima hadits dari 900 orang guru, 300 dari golongan Tabi’in dan 600 dari tabi’in tabi’in, ia meriwayatkan hadits bersumber dari Nu’main al Mujmir, Zaib bin Aslam, Nafi’, Syarik bin Abdullah, az Zuhry, Abi az Ziyad, Sa’id al Maqburi dan Humaid ath Thawil, muridnya yang paling akhir adalah Hudzafah as Sahmi al Anshari. Adapun yang meriwayatkan darinya adalah banyak sekali diantaranya ada yang lebih tua darinya seperti az Zuhry dan Yahya bin Sa’id. Ada yang sebaya seperti al Auza’i., Ats Tsauri, Sufyan bin Uyainah, Al Laits bin Sa’ad, Ibnu Juraij dan Syu’bah bin Hajjaj. Adapula yang belajar darinya seperti Asy Safi’I, Ibnu Wahb, Ibnu Mahdi, al Qaththan dan Abi Ishaq. An Nasa’I berkata,” Tidak ada yang saya lihat orang yang pintar, mulia dan jujur, terpercaya periwayatan haditsnya melebihi Malik, kami tidak tahu dia ada meriwayatkan hadits dari rawi matruk, kecuali Abdul Karim”. Ket Abdul Karim bin Abi al Mukharif al Basri yang menetap di Makkah, karena tidak senegeri dengan Malik, keadaanya tidak banyak diketahui, Malik hanya sedikit mentahrijkan haditsnya tentang keutamaan amal atau menambah pada matan. Sedangkan Ibnu Hayyan berkata,” Malik adalah orang yang pertama menyeleksi para tokoh ahli fiqh di Madinah, dengan fiqh, agama dan keutamaan ibadah”. Ia wafat pada tahun 179 H Disalin dari Biografi Malik bin Anas ad Dibaj al Madzhab 1730, Tahdzib at Tahdzib 10/5 karya Ibnu Hajar asqalani.